Saturday, October 29, 2016

Soto Gratis Setiap Jumat Di Bantul, Yogyakarta

Bagi sebagian besar orang, berdagang selalu memiliki niat utama untuk mengeruk laba sebanyak-banyaknya. Namun tidak bagi Elok Budi Lestari (37), baginya berdagang selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga untuk bersedekah.

Niat untuk tidak hanya berdagang sebatas mencari nafkah, sudah Elok tanamkan sejak ia membuka pertama kali warung sotonya yang berlokasi di Jalan Wonosari KM 13, Piyungam, Bantul, Yogyakarta.

Bahkan selama satu minggu pertama sejak hari perta warungnya dibuka sudah menggratiskan para pembelinya.

“Sejak hari pertama buka sudah saya gratiskan selama satu Minggu penuh. Ya niatnya buat sekalian sedekah,” terang Elok.

Kini kebiasaan memberikan soto selama satu minggu penuh tersebut masih ia pertahankan. Setiap hari jum’at pukul 13.00-14.00, Elok menggratiskan pembelinya.

Para pengunjung pun merasa senang. Otomatis pembeli pun kaget begitu mau membayar karena tidak mengetahui adanya program soto gratis tersebut.

Mereka biasa berfoto ketika makan soto dan mengabarkan ke teman-teman lainnya.

Hal ini tentu menjadi media promosi tersendiri sehingga pengunjung warungnya pun semakin banyak.

Selain bersedekah, Elok mendapatkan keuntungan ganda yaitu meningkatnya omzet karena sotonya semakin banyak dikenal lewat publikasi yang dilakukan oleh pelanggannya sendiri.

Tri Budi Wicaksono, salah satu karyawan warung Soto Bu Elok, mengungkapkan bahwa setiap Jum’at minimal 50 mangkuk dibagikan gratis kepada para pengunjung.

“Kebanyakan pengunjung dari orang sekitar, terutama karyawan. Selebihnya ada beberapa dari luar daerah sini,” ungkap Tri Budi Wicaksono seperti dikutip jogja.tribunnews.com

Warung Soto Bu Elok yang biasa menyajikan menu soto kudus ini sudah mulai melayani pembeli sejak 19 November 2014.

Di saat himpitan ekonomi makin mencekam bangsa ini, Elok memberikan pelajaran akan pentingnya berbagi kepada sesama.

Bahwa berdagang tidak hanya sebatas mengumpulkan pundit-pundi rupiah, namun ada semangat bersedekah disana, berbagi bagi sesama.

Jika semangat kepedulian ini ditiru oleh banyak pengusaha lain dan masyarakat pada umumnya tentu tak kita temukan lagi warga miskin dengan perut lapar karena tak ada uang untuk makan.

No comments:

Post a Comment